Abad Ke 11 - 1972
Peletakan Batu Pertama
Abad ke-11 / Abad ke-16 (Awal Mula): Cikal bakal vihara dimulai dari sebuah bangunan kelenteng tua di kawasan pesisir Cilincing yang dibangun oleh para pelaut/imigran terdahulu. Tempat ini awalnya dikelola dengan tradisi Tri Dharma sebelum akhirnya berkembang menjadi pusat kegiatan Buddhis yang lebih besar. Tahun 1957–1960: Gedung vihara modern mulai dikembangkan dan dinamakan Lalitavistara (diambil dari nama kitab suci yang mengisahkan riwayat hidup Buddha Gautama). Di era ini pula dibangun pagoda tujuh tingkat yang kini menjadi salah satu ikon bersejarah terkuno di Jakarta. 10 Januari 1972: Kompleks vihara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang dilindungi oleh pemerintah melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. Gb. 11/1/12/72 (berdasarkan Undang-Undang Monumen STBL 1931 No. 238).